DETIKHEADLINES.COM, Jakarta — PT Nichias Sunijaya terus memperkuat kontribusinya terhadap perkembangan industri energi nasional melalui penyediaan material insulasi produksi dalam negeri. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui keikutsertaan perusahaan dalam The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 yang berlangsung pada 19–21 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.
Pada hari pertama penyelenggaraan, Rabu (19/8), Director PT Nichias Sunijaya, Ivan Kuntara, menyampaikan berbagai potensi produk insulasi yang dikembangkan perusahaan kepada awak media di booth M-130.
Menurut Ivan, kehadiran PT Nichias Sunijaya dalam ajang industri geothermal tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan kemampuan manufaktur nasional, khususnya dalam menghasilkan material insulasi dengan kandungan lokal tinggi namun tetap mampu memenuhi kebutuhan industri berstandar internasional.
PT Nichias Sunijaya Indonesia bersama PT Nichias Rockwool Indonesia telah menjalankan kegiatan bisnis di Indonesia sejak 1989. Selama lebih dari tiga dekade, perusahaan mengembangkan berbagai produk material yang digunakan untuk kebutuhan industri, otomotif, konstruksi, energi, hingga fasilitas dengan kebutuhan perlindungan termal dan akustik.
“PT Nichias Sunijaya Indonesia merupakan perusahaan dengan investasi asing dan partner lokal yang sudah berdiri di Indonesia sejak 1989. Produk kami antara lain rock wool insulation, gasket untuk otomotif dan industri, serta berbagai produk material lainnya,” ujar Ivan.
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pengembangan produk rock wool di Indonesia adalah tingginya kandungan lokal. Ivan menjelaskan bahwa material tersebut tidak sekadar dirakit di dalam negeri, tetapi memiliki tingkat penggunaan bahan baku lokal yang sangat tinggi serta melibatkan sumber daya manusia Indonesia dalam proses produksinya.
“TKDN-nya hampir 100 persen karena bahan bakunya 100 persen lokal. Pengerjaannya juga dilakukan oleh tenaga kerja Indonesia dan sebagian mesin yang digunakan berasal dari Indonesia,” jelasnya.
Keunggulan Rock Wool untuk Industri Energi
Rock wool menjadi salah satu material yang memiliki fungsi penting dalam aplikasi industri karena mempunyai kemampuan dalam menghadapi temperatur tinggi sekaligus memberikan perlindungan terhadap risiko kebakaran.
Ivan menjelaskan bahwa rock wool memiliki sejumlah karakteristik yang membuatnya relevan digunakan pada berbagai fasilitas industri, termasuk pembangkit listrik, geothermal, kawasan industri, hingga data center yang membutuhkan sistem perlindungan dan pengendalian panas.
“Rock wool memiliki tiga properti penting, salah satunya fireproofing. Karena itu material ini digunakan di PLTU, geothermal, industri, dan sekarang juga banyak digunakan untuk kebutuhan data center,” kata Ivan.
Penggunaan material insulasi pada fasilitas energi memiliki peranan penting karena dapat membantu mengendalikan perpindahan panas sekaligus meningkatkan aspek keselamatan fasilitas. Selain itu, material tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan penyerapan suara sehingga aplikasinya tidak terbatas pada sistem perpipaan atau peralatan panas.
Melalui pengembangan produk berbasis rock wool, perusahaan melihat adanya peluang yang semakin besar seiring bertumbuhnya kebutuhan pembangunan infrastruktur energi di Indonesia.
Geothermal Jadi Salah Satu Pasar Strategis
Keikutsertaan PT Nichias Sunijaya dalam IIGCE 2026 tidak terlepas dari perkembangan industri panas bumi Indonesia. Geothermal menjadi salah satu sumber energi yang terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya diversifikasi energi dan transisi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan.
Ivan mengatakan, keterlibatan perusahaan dalam pameran tersebut juga menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan industri geothermal sekaligus memperkenalkan solusi material yang dapat diproduksi di dalam negeri.
“Kami ikut di sini karena geothermal merupakan sektor yang dikembangkan pemerintah. Perusahaan kami di Jepang juga memiliki konsistensi dan komitmen untuk mendukung produk rendah emisi dan ramah lingkungan,” ungkapnya.
Menurutnya, kebutuhan terhadap material yang mendukung efisiensi energi dan keselamatan fasilitas akan semakin meningkat sejalan dengan ekspansi sektor energi dan pembangunan infrastruktur industri di Indonesia.
Produk Lokal Berorientasi Pasar Global
Selain memenuhi kebutuhan pasar domestik, produk rock wool yang diproduksi di Indonesia juga telah memiliki jangkauan pasar internasional. Hal tersebut menunjukkan bahwa manufaktur lokal memiliki peluang untuk bersaing di pasar global apabila didukung dengan kualitas, kapasitas produksi, serta konsistensi standar yang memadai.
Ivan mengungkapkan bahwa perusahaan saat ini memiliki sekitar 500 karyawan dan telah melakukan ekspor produk ke berbagai kawasan dunia.
“Kami merupakan salah satu produsen di Indonesia dengan sekitar 500 karyawan. Produk lokal ini juga kami ekspor ke seluruh dunia, antara lain Singapura, Malaysia, Filipina, Australia, Taiwan, Jepang, Timur Tengah, Afrika hingga Amerika Latin,” paparnya.
Menurut Ivan, kondisi tersebut menjadi bukti bahwa produk yang diproduksi di Indonesia tidak hanya ditujukan untuk kebutuhan domestik, tetapi juga mampu diterima oleh konsumen dan industri di berbagai negara.
Ia berharap keberadaan PT Nichias Sunijaya di IIGCE 2026 dapat meningkatkan pemahaman pelaku industri bahwa material insulasi berkualitas internasional telah tersedia melalui manufaktur dalam negeri.
“Kami berharap dengan ikut dalam event ini produk kami semakin dikenal. Banyak yang belum tahu bahwa produk ini sudah dibuat di Indonesia, kualitasnya diterima secara internasional dan sesuai standar internasional,” katanya.
Perkenalkan MG BOARD™ dan MG MIGHTY ROLL™
Dalam gelaran IIGCE 2026, perusahaan turut memperkenalkan sejumlah produk rock wool yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan industri. Di antaranya adalah MG BOARD™ dan MG MIGHTY ROLL™.
MG BOARD™ merupakan material rock wool berbentuk papan yang dirancang untuk berbagai kebutuhan insulasi termal, perlindungan terhadap panas dan kebakaran, serta pengendalian suara. Ketersediaan pilihan kepadatan dan ketebalan memungkinkan pengguna menyesuaikan material dengan karakteristik aplikasi yang dibutuhkan.
Sementara itu, MG MIGHTY ROLL™ merupakan material rock wool dalam bentuk blanket yang ditujukan untuk berbagai kebutuhan insulasi termal pada fasilitas komersial maupun industri.
Kedua produk tersebut memiliki karakteristik non-combustible dan dapat dimanfaatkan untuk membantu mengendalikan panas serta mendukung kebutuhan penyerapan suara pada bangunan maupun fasilitas industri.
Ivan juga menjelaskan bahwa proses pembuatan rock wool menggunakan material batuan yang dilelehkan dalam temperatur sangat tinggi sebelum kemudian diolah menjadi serat mineral.
“Kalau orang tahu prosesnya, produk ini dibuat dari batu-batuan yang dilelehkan pada suhu sekitar 1.500 derajat Celsius,” ujarnya.
Perkuat Industri Manufaktur Dalam Negeri
Pengembangan material insulasi lokal dinilai memiliki arti penting bagi penguatan rantai pasok industri nasional. Dengan tersedianya produk di dalam negeri, kebutuhan perusahaan terhadap material impor dapat ditekan sekaligus membuka peluang efisiensi dalam aspek logistik dan pengadaan.
Bagi sektor geothermal, keberadaan produsen material insulasi lokal juga dapat menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem industri yang lebih terintegrasi. Ketersediaan material pendukung dari dalam negeri dapat membantu memenuhi kebutuhan pembangunan dan pemeliharaan berbagai fasilitas energi.
Dengan pengalaman operasional sejak 1989, fasilitas manufaktur di Indonesia, jumlah tenaga kerja sekitar 500 orang, kandungan lokal yang tinggi, serta jaringan ekspor ke berbagai negara, PT Nichias Sunijaya dan PT Nichias Rockwool Indonesia terus menempatkan manufaktur lokal sebagai bagian penting dari strategi pengembangan bisnis.
Melalui partisipasinya di IIGCE 2026, Ivan berharap semakin banyak pelaku industri geothermal, energi, konstruksi, dan sektor lainnya mengenal kemampuan produksi rock wool di Indonesia.
Perusahaan juga berkomitmen untuk terus menghadirkan produk insulasi yang dapat mendukung kebutuhan keselamatan, efisiensi termal, pengendalian suara, serta perlindungan terhadap kebakaran pada berbagai fasilitas industri.
Kehadiran PT Nichias Sunijaya di IIGCE 2026 sekaligus memperlihatkan bahwa produk manufaktur Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi bagian dari rantai pasok industri energi nasional, sekaligus menembus pasar internasional dengan kualitas yang mampu memenuhi standar global.












