BeritaEkonomi Dan Bisnis

Agustya Adi Martha Ungkap Kiprah Pro Tech Engineering Kembangkan Teknologi Geofisika Lokal untuk Eksplorasi Geothermal

×

Agustya Adi Martha Ungkap Kiprah Pro Tech Engineering Kembangkan Teknologi Geofisika Lokal untuk Eksplorasi Geothermal

Sebarkan artikel ini

DETIKHEADLINES.COM, Jakarta — PT Pro Tech Engineering melalui brand Pro Tech memperkuat kiprahnya dalam pengembangan teknologi geofisika nasional dengan menghadirkan beragam instrumen, sistem pengolahan data, hingga solusi monitoring secara real-time. Inovasi tersebut diperkenalkan dalam keikutsertaan perdana perusahaan pada The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 yang berlangsung pada 19–21 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.

Founder PT Pro Tech Engineering, Agustya Adi Martha, mengatakan partisipasi dalam IIGCE 2026 menjadi kesempatan penting bagi perusahaan untuk memperkenalkan kemampuan teknologi lokal yang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan industri energi, penelitian, eksplorasi sumber daya, hingga mitigasi bencana.

Dalam wawancara dengan awak media pada hari pertama pelaksanaan IIGCE 2026, Rabu (19/8/2026), Agustya menjelaskan bahwa Pro Tech Engineering mengembangkan berbagai perangkat dan sistem secara nasional, mulai dari instrumentasi geofisika hingga pengolahan dan pemantauan data.

“Produk yang kami sediakan merupakan produk nasional lokal. Mulai dari instrumentasi, seismograf, sistem monitoring hingga proses pengolahan dan pemantauan data, kami kembangkan di Indonesia,” ujar Agustya.

Menurut Agustya, kekuatan Pro Tech Engineering tidak hanya terletak pada penyediaan perangkat geofisika. Perusahaan juga membangun solusi terintegrasi yang mencakup perangkat pengukuran, processing data, hingga sistem monitoring yang dapat digunakan oleh pengguna sesuai kebutuhan di lapangan.

Pendekatan tersebut memungkinkan teknologi Pro Tech dimanfaatkan pada berbagai bidang. Selain mendukung eksplorasi geothermal dan kebutuhan geofisika, sistem yang dikembangkan juga dapat digunakan untuk memantau aktivitas kegempaan, potensi longsor, kondisi sumber air, hingga ketersediaan air tanah.

Salah satu fokus pengembangan Pro Tech adalah sistem monitoring yang dapat membantu pengguna memperoleh informasi lapangan secara lebih cepat. Teknologi tersebut dirancang agar proses pengumpulan data dan pemantauan dapat dilakukan secara lebih praktis, termasuk melalui integrasi dengan perangkat Android untuk menunjang kegiatan survei.

“Ketika melakukan survei untuk identifikasi kebencanaan, alat ini bisa digunakan di lapangan dan datanya dapat dimanfaatkan untuk membantu proses identifikasi serta monitoring,” jelasnya.

Teknologi monitoring air juga menjadi bagian dari portofolio Pro Tech Engineering. Melalui produk seperti Adel dan Tirta, perusahaan menawarkan sistem yang dapat digunakan untuk mengamati kualitas air serta water level atau ketinggian muka air.

Pemantauan tersebut dinilai penting karena perubahan kondisi air dapat menjadi indikator awal terhadap berbagai persoalan lingkungan. Data yang diperoleh secara berkala juga dapat membantu pengguna memahami perubahan kondisi sumber daya air di suatu wilayah.

Agustya menyoroti pentingnya pemantauan air bawah tanah seiring meningkatnya kebutuhan terhadap sumber daya tersebut. Monitoring secara berkelanjutan dapat memberikan gambaran mengenai perubahan ketersediaan air tanah dan membantu pengelolaan sumber daya secara lebih terukur.

“Kita bisa memonitor ground water, kapan air bawah tanah mulai berkurang. Ke depan teknologi seperti ini penting untuk memonitor ketersediaan air bawah tanah,” katanya.

Selain teknologi monitoring, Pro Tech Engineering juga memiliki portofolio instrumen geofisika yang mencakup seismometer, accelerometer, magnetometer, tsunami gauge, automatic weather station, water quality monitoring system, hingga perangkat pemantauan gempa.

Untuk kebutuhan survei dan pemetaan, perusahaan turut menghadirkan solusi seperti Aero-GPR, Aero-Magnetic Survey, dan LiDAR Survey. Berbagai teknologi tersebut dapat mendukung aktivitas eksplorasi geologi, mineral, geothermal, geoteknik maupun pemetaan topografi.

Kehadiran beragam produk tersebut menunjukkan upaya Pro Tech Engineering membangun ekosistem teknologi geofisika yang tidak berhenti pada penyediaan perangkat, tetapi juga mencakup pemanfaatan data untuk kebutuhan analisis dan monitoring.

Agustya juga menegaskan bahwa salah satu tujuan perusahaan adalah membantu mempertemukan inovasi nasional dengan kebutuhan industri. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar dalam menghasilkan teknologi dan produk inovatif, baik yang dikembangkan perusahaan, komunitas, perguruan tinggi maupun lembaga penelitian.

Namun, tantangan yang masih dihadapi adalah bagaimana hasil inovasi tersebut dapat masuk ke pasar dan digunakan secara luas oleh industri.

“Banyak produk dan inovasi Indonesia yang sebenarnya bagus. Tantangannya adalah bagaimana produk tersebut bisa masuk ke industri. Kami hadir untuk membantu mengakomodasi dan menghubungkan inovasi tersebut dengan kebutuhan industri,” ungkapnya.

Dalam pengembangan bisnisnya, Pro Tech Engineering juga telah memberikan layanan kepada sejumlah perusahaan yang bergerak di sektor energi dan geothermal. Beberapa di antaranya adalah Star Energy, Pertamina, Elnusa dan Geo Dipa.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan perusahaan dalam memperluas pemanfaatan teknologi geofisika nasional sekaligus memahami kebutuhan pengguna di sektor energi yang membutuhkan tingkat akurasi, keandalan dan kontinuitas data.

Agustya berharap pengembangan teknologi nasional mendapatkan dukungan yang semakin kuat dari pemerintah. Salah satu aspek yang menurutnya perlu mendapat perhatian adalah kemudahan bagi pelaku industri lokal dalam mengurus pendaftaran paten serta perlindungan kekayaan intelektual.

“Untuk pemerintah, harapannya ke depan proses untuk produk nasional, termasuk paten, bisa lebih mudah dan terjangkau. Ini penting supaya inovasi anak bangsa dapat berkembang dan memiliki perlindungan,” ujarnya.

Menurutnya, perlindungan kekayaan intelektual menjadi bagian penting dalam membangun industri teknologi nasional. Dengan proses yang lebih mudah dan terjangkau, perusahaan lokal maupun inovator dari perguruan tinggi dan lembaga penelitian akan memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan hasil riset menjadi produk yang siap digunakan industri.

Sementara itu, terhadap penyelenggaraan IIGCE 2026, Agustya berharap ajang internasional tersebut tidak hanya menjadi ruang promosi bagi perusahaan yang sudah berkembang, tetapi juga menjadi jembatan kolaborasi bagi perusahaan nasional, pelaku industri global, perguruan tinggi dan lembaga penelitian.

Ia menilai semakin luasnya ruang bagi inovasi nasional untuk ditampilkan akan membantu mempertemukan teknologi karya dalam negeri dengan kebutuhan industri geothermal dan sektor energi lainnya.

“Kami berharap ke depan produk nasional tidak hanya dari perusahaan, tetapi juga dari universitas dan lembaga lainnya bisa lebih banyak diberikan ruang untuk dipamerkan. Dengan begitu, inovasi tersebut bisa lebih mudah dikenal dan masuk ke industri,” pungkas Agustya.

Partisipasi perdana Pro Tech Engineering dalam IIGCE 2026 sekaligus menjadi langkah perusahaan untuk memperluas eksposur teknologi geofisika nasional di tengah berkembangnya kebutuhan terhadap solusi eksplorasi dan monitoring sektor geothermal.

Melalui pengembangan instrumen lokal, sistem pengolahan data serta teknologi monitoring real-time, Pro Tech Engineering berupaya memperkuat pemanfaatan teknologi karya Indonesia untuk mendukung eksplorasi sumber daya energi, mitigasi kebencanaan, pengelolaan lingkungan, pemantauan sumber daya air serta pengembangan industri energi yang lebih berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *