BeritaEkonomi Dan Bisnis

CEO PT Duraquipt Cemerlang Steven Sutanto Dorong Pompa Lokal Berbasis TKDN untuk Perkuat Industri Geothermal di IIGCE 2026

×

CEO PT Duraquipt Cemerlang Steven Sutanto Dorong Pompa Lokal Berbasis TKDN untuk Perkuat Industri Geothermal di IIGCE 2026

Sebarkan artikel ini

DETIKHEADLINES.COM, Jakarta — PT Duraquipt Cemerlang menegaskan komitmennya dalam memperkuat industri manufaktur pompa nasional sekaligus memperluas kontribusi di sektor energi panas bumi melalui keikutsertaan perdana dalam The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026. Pameran tersebut berlangsung pada 19–21 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.

Mengusung tema “Energy Self-Sufficiency for a Stronger Indonesia: Geothermal as the Baseload Driving Energy Transition and Security”, IIGCE 2026 menjadi momentum bagi pelaku industri untuk memperluas kolaborasi dan memperkenalkan teknologi serta produk yang dapat mendukung pengembangan energi geothermal di Indonesia.

Dalam wawancara dengan awak media pada hari pertama IIGCE 2026, Rabu (19/8), CEO PT Duraquipt Cemerlang, Steven Sutanto, menjelaskan bahwa kehadiran perdana perusahaan di ajang geothermal tersebut merupakan bagian dari strategi untuk memperluas pasar sekaligus memperkenalkan kemampuan manufaktur pompa buatan Indonesia.

“Kami perdana menghadiri event geothermal ini untuk menambah user terhadap industri geothermal. Kami biasanya dikenal di industri gas, dan harapannya kami juga mulai dikenal di industri lain sebagai manufaktur pompa, termasuk API pump dan fire pump,” ujar Steven.

Menurut Steven, PT Duraquipt Cemerlang melihat sektor geothermal memiliki potensi besar untuk berkembang seiring meningkatnya kebutuhan energi bersih dan upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional. Kondisi tersebut sekaligus membuka peluang bagi industri manufaktur lokal untuk mengambil peran lebih besar dalam rantai pasok proyek geothermal.

“Kami berharap bisa ikut serta dalam proyek-proyek yang ada di dalam negeri dan menjadi pilihan nomor satu untuk kebutuhan pompa geothermal,” katanya.

PT Duraquipt Cemerlang melalui merek DURA Pump telah menjalankan kegiatan manufaktur pompa industri sekaligus layanan perbaikan pompa sejak tahun 2000. Perusahaan mengembangkan proses produksi di Indonesia secara terintegrasi, mulai dari engineering, pengecoran, machining, assembling hingga testing.

Produk DURA Pump dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan berbagai sektor industri dan mengacu pada standar internasional, di antaranya ANSI/ASME B73.1 dan API 610. Beragam produk tersebut telah digunakan untuk menunjang kebutuhan industri minyak dan gas, petrokimia, pembangkit energi, serta sektor industri proses lainnya.

Selain memproduksi pompa, PT Duraquipt Cemerlang juga memberikan jasa perbaikan pompa dengan berbagai macam merek. Layanan tersebut menjadi salah satu bagian dari dukungan perusahaan terhadap kebutuhan industri, khususnya dalam menjaga keandalan dan keberlangsungan operasional peralatan pompa.

Dalam menunjang kegiatan manufaktur, perusahaan memanfaatkan teknologi engineering dan fasilitas pengujian yang dikembangkan di dalam negeri. Penggunaan software engineering modern serta teknologi simulasi performa pompa menjadi bagian dari proses pengembangan produk agar mampu memenuhi kebutuhan pelanggan sekaligus memiliki daya saing terhadap produk impor.

Dengan dukungan sekitar 460 karyawan, PT Duraquipt Cemerlang terus mengembangkan kapasitas manufaktur dan sumber daya manusia. Perusahaan menilai penguatan kemampuan industri lokal menjadi faktor penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga mampu memproduksi berbagai kebutuhan industri energi secara mandiri.

Dorong Kebijakan TKDN di Industri Geothermal

Steven juga menyoroti pentingnya kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam membuka kesempatan lebih besar bagi produsen nasional. Menurutnya, semakin berkembangnya proyek geothermal di Indonesia harus diikuti dengan kebijakan yang memberikan ruang bagi manufaktur lokal untuk berkompetisi secara sehat.

“Harapan saya, dengan banyaknya proyek geothermal, aturan-aturan pemerintah juga disusun sehingga memperhatikan TKDN. Kalau diberikan kesempatan, produk dalam negeri juga bisa berkompetisi dengan produk asing,” ungkap Steven.

Ia berharap pengalaman penerapan kebijakan TKDN di sektor minyak dan gas dapat menjadi salah satu referensi dalam pengembangan industri geothermal. Menurutnya, momentum pertumbuhan geothermal perlu dimanfaatkan untuk membangun industri pendukung yang kuat di dalam negeri.

“Harapan saya ada peraturan seperti yang ada di PTK 007 SKK Migas. Mumpung ini merupakan awal perkembangan geothermal, industri dalam negeri juga bisa mendapatkan kesempatan untuk berkembang,” tambahnya.

Komitmen tersebut tercermin dari capaian kandungan lokal pada sejumlah produk unggulan DURA Pump yang telah mencapai lebih dari 40 persen. Peningkatan TKDN dinilai tidak hanya mendukung kebijakan pemerintah, tetapi juga dapat memberikan dampak lebih luas terhadap pertumbuhan industri manufaktur, penyerapan tenaga kerja, dan penguatan rantai pasok nasional.

Perluas Portofolio di Sektor Energi

Di luar sektor geothermal, PT Duraquipt Cemerlang juga terus memperluas portofolio pekerjaan di sektor energi. Perusahaan memiliki pengalaman dalam mendukung berbagai proyek strategis, termasuk keterlibatan dalam proyek carbon capture dan sejumlah proyek industri energi nasional.

Pengalaman tersebut menjadi modal bagi perusahaan untuk memasuki peluang baru di sektor geothermal. Dengan pengalaman manufaktur dan pemahaman terhadap kebutuhan industri energi, PT Duraquipt Cemerlang berupaya menawarkan solusi pompa yang tidak hanya mengandalkan produk, tetapi juga didukung kemampuan engineering dan layanan purnajual.

Dalam kesempatan IIGCE 2026 tersebut, perusahaan turut menyampaikan bahwa merek DURA telah memperoleh perpanjangan perlindungan merek terdaftar dari Kementerian Hukum Republik Indonesia hingga 2035. Perpanjangan tersebut menjadi bagian dari langkah perusahaan dalam memperkuat keberadaan DURA sebagai merek nasional di industri pompa.

Steven berharap keikutsertaan PT Duraquipt Cemerlang di IIGCE 2026 dapat memperluas jaringan perusahaan dengan pelaku usaha geothermal serta membuka peluang kerja sama dalam berbagai proyek energi di Indonesia.

“Kami ingin semakin dikenal bukan hanya di industri gas dan oil, tetapi juga di sektor geothermal dan industri energi lainnya,” ujarnya.

Melalui kehadiran perdana di IIGCE 2026, PT Duraquipt Cemerlang kembali menegaskan arah pengembangan bisnisnya sebagai manufaktur pompa nasional yang mengedepankan kemampuan produksi dalam negeri, peningkatan TKDN, layanan perbaikan pompa berbagai merek, serta dukungan engineering dan pengujian yang kompetitif.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi industri pompa nasional sekaligus meningkatkan keterlibatan perusahaan manufaktur Indonesia dalam pembangunan sektor geothermal dan ekosistem energi nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *