DETIKHEADLINES.COM, JAKARTA — Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos mendorong Himpunan Keluarga Maluku Utara (HIKMU) periode 2026–2031 menjadi rumah besar bagi diaspora Maluku Utara di Jakarta sekaligus wadah untuk memperkuat persaudaraan, jejaring profesional dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Sherly Tjoanda Laos dalam sambutannya pada acara Pelantikan dan Pengukuhan Ketua Umum serta Pengurus HIKMU periode 2026–2031 di Jakarta, Sabtu (22/8/2026).
Sherly menyampaikan ucapan selamat kepada Ketua Umum HIKMU H. Askan Naim, S.Sos., M.H., beserta jajaran pengurus yang baru dilantik. Ia berharap seluruh pengurus dapat menjalankan amanah dengan baik selama periode kepemimpinan lima tahun ke depan.
“Semoga periode 2026–2031 kita bertugas dengan baik dan amanah,” ujar Sherly.
Menurutnya, keberadaan HIKMU di Jakarta tidak boleh hanya menjadi tempat berkumpul keluarga besar Maluku Utara. Organisasi tersebut harus berkembang menjadi kekuatan diaspora yang mampu mempererat persaudaraan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Semakin jauh kita dari rumah, kita semakin mengerti arti punya keluarga. Saya berharap ke depan ada program-program konkret bagaimana menjadi rumah besar,” katanya.
Sherly berharap HIKMU dapat menjadi tempat mentoring bagi anak-anak Maluku Utara yang sedang menempuh pendidikan di Jakarta. Selain itu, HIKMU juga diharapkan mampu menjadi ruang networking bagi para lulusan untuk memperoleh informasi, referensi dan peluang pekerjaan.
Ia menilai putra-putri Maluku Utara yang telah sukses sebagai ASN, TNI, Polri, pengusaha, akademisi maupun profesional dapat mengambil peran sebagai mentor bagi generasi berikutnya.
“Yang sudah lulus bisa mendapatkan referensi pekerjaan. Menjadi rumah di mana putra-putri terbaik sebagai ASN, TNI, Polri dan pengusaha bisa membantu saudara-saudara Maluku Utara lainnya yang ada di DKI Jakarta,” ungkapnya.
Lebih jauh, Sherly ingin HIKMU menjadi pusat pertemuan para profesional, akademisi dan pengusaha asal Maluku Utara untuk berbagi ilmu, pengalaman, jaringan serta kesempatan.
Menurutnya, banyak putra-putri Maluku Utara yang telah berhasil melewati berbagai tantangan kehidupan di Ibu Kota. Pengalaman tersebut perlu ditularkan kepada mereka yang baru datang ke Jakarta untuk mencari pendidikan, pekerjaan maupun peluang usaha.
“Harapannya HIKMU menjadi tempat berkumpul mereka yang sudah sukses, mereka yang sudah melewati perjuangan di Ibu Kota dan berhasil, sehingga bisa menjadi mentor kepada mereka yang baru datang mencari rezeki dan kesempatan,” tuturnya.
Sherly juga menekankan pentingnya membangun ekosistem ekonomi antarwarga Maluku Utara di Jakarta. Ia mencontohkan para pelaku UMKM yang memiliki produk makanan, kain, kerajinan maupun produk khas Maluku Utara dapat dipertemukan dengan jaringan pasar dan konsumen yang lebih luas.
Ia berharap kegiatan HIKMU tidak berhenti pada silaturahmi, tetapi juga mampu menghasilkan peluang ekonomi bagi anggotanya.
“Kalau setiap kali berkumpul, pulang-pulang mendapatkan rezeki, mendapatkan peluang, mendapatkan jaringan, itu tentu lebih bermanfaat. Boleh berkumpul dan bercerita, tetapi kalau bisa menghasilkan,” tegasnya.
Sherly juga mendorong pengembangan bazar UMKM dalam kegiatan HIKMU. Ia menyebut telah berkomunikasi dengan pemerintah di Jakarta mengenai peluang pemanfaatan ruang untuk membantu pemasaran produk UMKM Maluku Utara.
Produk seperti nasi kuning, papeda, kain, suvenir dan berbagai produk khas Maluku Utara diharapkan dapat dipromosikan dan dipasarkan secara lebih luas melalui jaringan diaspora.
“Pedagang yang ada di sini, yang punya nasi kuning, tempat jual papeda, jual kain, jual suvenir atau apa pun, kita bantu salurkan dan kita bantu promosikan,” katanya.
Selain penguatan ekonomi, Sherly menekankan pentingnya solidaritas antarwarga Maluku Utara di perantauan. Menurutnya, perbedaan kepentingan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan, tetapi jangan sampai menghilangkan rasa persaudaraan.
Ia berharap seluruh keluarga besar Maluku Utara tetap hadir ketika ada anggota keluarga yang mengalami kesulitan, sakit maupun musibah.
“Kalau ada yang sakit atau meninggal, kita hadir untuk memberikan rasa bahwa kalian tidak sendiri. Kalau ada yang bekerja untuk kepentingan yang lebih sukses dan sejahtera, kita saling membantu,” ujarnya.
Sherly mengibaratkan persaudaraan diaspora sebagai kekuatan besar yang akan semakin kuat apabila seluruh elemen bersatu.
“Kalau kita bersatu kita kuat, kalau kita bercerai kita lemah,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat Maluku Utara mengubah cara pandang dari sekadar bertanya apa yang telah diberikan daerah kepada mereka, menjadi pertanyaan mengenai apa yang dapat mereka sumbangkan bagi kemajuan Maluku Utara.
Menurut Sherly, keberhasilan dan kemajuan Maluku Utara merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, diaspora memiliki peran penting dalam memperkenalkan daerah, membuka jaringan dan membantu generasi muda agar memiliki kesempatan berkembang.
“Jangan selalu bertanya apa yang Maluku Utara sudah berikan. Pertanyaannya, apa yang bisa kita berikan kepada Maluku Utara? Apa yang bisa kita sumbangkan untuk membuat Maluku Utara semakin dikenal secara nasional?” katanya.
Sherly turut menyinggung perkembangan ekonomi Maluku Utara yang semakin mendapat perhatian secara nasional. Namun, ia menegaskan pertumbuhan ekonomi harus dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.
Menurutnya, indikator keberhasilan pembangunan bukan hanya angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga seberapa besar manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kalau hanya dikatakan pertumbuhan ekonomi tinggi, tetapi tidak dirasakan oleh orang per orang, itu kurang greget. Manfaat positifnya harus bisa dirasakan satu per satu,” ujarnya.
Karena itu, Sherly berharap HIKMU bersama pemerintah dapat membangun berbagai program konkret yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Maluku Utara di Jakarta maupun daerah asal.
Ia menutup sambutannya dengan mengajak seluruh keluarga besar Maluku Utara untuk tidak hanya bangga sebagai bagian dari masyarakat Maluku Utara, tetapi juga mengambil peran nyata dalam membangun daerah agar semakin maju, dikenal dan sejahtera.
“Jangan hanya bangga menjadi orang Maluku Utara, tetapi mari kita sama-sama membuat Maluku Utara lebih baik dan lebih sejahtera,” pungkas Sherly.












