DETIKHEADLINES.COM, Jakarta — PT Plumpang Raya Anugrah (PRA) memperkuat kiprahnya di industri energi Indonesia dengan mengembangkan layanan green project management, geothermal, oil & gas drilling services, serta berbagai dukungan operasional proyek energi.
Komitmen tersebut disampaikan Uvendra, General Manager Operation PT Plumpang Raya Anugrah, saat ditemui awak media pada hari pertama keikutsertaan perdana perusahaan dalam The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026, Rabu (19/8), di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.
Didampingi Antonius A. Nong Selong selaku HRGA & Legal Contract Manager PT PRA, Uvendra menjelaskan bahwa kehadiran perusahaan di IIGCE 2026 menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kemampuan sekaligus memperluas jejaring dengan pelaku industri geothermal dan sektor energi lainnya.
IIGCE 2026 sendiri berlangsung pada 19–21 Agustus 2026 dengan mengangkat tema “Energy Self-Sufficiency for a Stronger Indonesia: Geothermal as the Baseload Driving Energy Transition and Security”.
Bagi PRA, forum industri tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan berbagai layanan perusahaan, termasuk dukungan peralatan, tenaga kerja dan jasa operasional bagi perusahaan yang menjalankan proyek energi.
“Kami bergerak di bidang green project management service. Kami menyediakan jasa dan service bagi perusahaan yang membutuhkan dukungan untuk proyeknya, termasuk peralatan dari luar negeri yang kemudian dioperasikan oleh tenaga kerja Indonesia,” ujar Uvendra.
Menurutnya, pendekatan tersebut memungkinkan perusahaan tidak sekadar menyediakan peralatan, tetapi juga memberikan dukungan tenaga kerja dan operasional yang dibutuhkan dalam pelaksanaan proyek.
Saat ini, PT PRA telah terlibat dalam sejumlah pekerjaan energi di berbagai daerah Indonesia. Beberapa di antaranya berada di Muara Laboh, Sumatera Barat, Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, serta Gunung Salak, Sukabumi, Jawa Barat.
“Kami saat ini mempunyai pekerjaan di Muara Laboh, Sumatera Barat, Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara Sumatra Utara dan Gunung Salak Sukabumi Jawa Barat. Kami juga menangani sektor energi lainnya,” jelas Uvendra.
Untuk mendukung kegiatan operasional, PT Plumpang Raya Anugrah memiliki lima unit drilling rig dengan kapasitas yang cukup besar. Kelima unit tersebut memiliki rentang kapasitas 1.500 horsepower hingga 2.000 horsepower dan seluruhnya merupakan rig buatan Amerika Serikat.
“Untuk peralatan, kami mempunyai 5 unit rig mulai dari kapasitas 1.500 HP sampai 2.000 HP yang semuanya buatan Amerika,” kata Uvendra.
Ketersediaan lima drilling rig tersebut menjadi salah satu modal utama PRA dalam memberikan dukungan terhadap kegiatan pengeboran dengan kebutuhan kapasitas besar, khususnya untuk proyek geothermal, oil & gas maupun pekerjaan energi lainnya.
Namun, menurut Uvendra, kekuatan perusahaan tidak hanya terletak pada kesiapan peralatan. Pengoperasian equipment juga membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten, berpengalaman dan memahami karakteristik pekerjaan di lapangan.
Karena itu, PRA menggabungkan dukungan peralatan dengan tenaga kerja Indonesia sebagai bagian dari model operasional perusahaan. Strategi tersebut diharapkan mampu memberikan layanan yang lebih terintegrasi sekaligus membuka ruang pengembangan kompetensi tenaga kerja dalam negeri.
Komitmen terhadap tenaga kerja lokal juga ditegaskan Antonius A. Nong Selong. Ia menyampaikan bahwa PT Plumpang Raya Anugrah merupakan perusahaan lokal dengan kepemilikan 100 persen Indonesia.
“Pada prinsipnya, kami adalah perusahaan lokal dengan kepemilikan 100 persen Indonesia dan seluruh karyawan kami juga lokal. Kami ingin memberikan kesempatan kepada anak-anak muda Indonesia untuk berkembang dan ikut berkontribusi dalam industri ini,” ujar Antonius.
Menurut Antonius, keberadaan tenaga kerja lokal menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan industri nasional. Keterlibatan sumber daya manusia Indonesia dalam berbagai proyek energi diharapkan dapat meningkatkan pengalaman sekaligus kompetensi tenaga kerja dalam negeri.
Ia juga berharap perusahaan-perusahaan lokal di sektor energi mendapatkan ruang yang cukup untuk berkembang di tengah persaingan industri yang semakin kompetitif.
“Harapan kami kepada pemerintah, khususnya di bidang yang terkait, agar perusahaan lokal tetap diperhatikan dan dijaga supaya bisa terus eksis serta berkembang lebih besar lagi,” ungkap Antonius.
Bagi PRA, penguatan perusahaan lokal tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan bisnis. Perusahaan nasional yang berkembang juga dapat memberikan kontribusi melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan kompetensi tenaga kerja serta keterlibatan dalam rantai pasok industri energi.
Peluang tersebut semakin terbuka seiring meningkatnya perhatian terhadap pengembangan geothermal sebagai salah satu sumber energi strategis Indonesia.
Pengembangan panas bumi membutuhkan dukungan berbagai bidang, mulai dari kegiatan eksplorasi dan pengeboran hingga penyediaan peralatan, tenaga kerja, engineering, project management, maintenance dan layanan operasional lainnya.
Dalam ekosistem tersebut, PT PRA melihat peluang untuk meningkatkan kontribusinya melalui kemampuan menyediakan layanan proyek, drilling services, peralatan dan dukungan operasional.
Keikutsertaan dalam IIGCE 2026 juga dimanfaatkan perusahaan untuk membangun komunikasi langsung dengan calon mitra, pemilik proyek, kontraktor serta perusahaan yang membutuhkan jasa pendukung untuk kegiatan geothermal maupun sektor energi lainnya.
Uvendra menegaskan bahwa perusahaan akan terus meningkatkan kualitas layanan dengan mengedepankan profesionalisme, keselamatan kerja, efisiensi serta kesiapan sumber daya manusia.
Dengan lima unit drilling rig berkapasitas 1.500 HP hingga 2.000 HP buatan Amerika Serikat, dukungan tenaga kerja lokal dan pengalaman menangani pekerjaan di sejumlah wilayah, PRA optimistis dapat memperluas perannya dalam proyek-proyek energi nasional.
Kehadiran perusahaan pada IIGCE 2026 sekaligus menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat posisi PT Plumpang Raya Anugrah sebagai perusahaan lokal yang mampu menyediakan solusi bagi kebutuhan industri geothermal, oil & gas drilling dan berbagai sektor energi lainnya.
Di tengah upaya memperkuat ketahanan dan kemandirian energi Indonesia, PRA melihat perusahaan lokal memiliki peluang besar untuk mengambil bagian dalam membangun ekosistem industri energi yang semakin kuat.
Melalui pengembangan green project management service, drilling services, penyediaan equipment serta dukungan tenaga kerja Indonesia, PT Plumpang Raya Anugrah menargetkan pertumbuhan bisnis yang berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas industri nasional.
Perusahaan juga berkomitmen untuk terus mengembangkan sumber daya manusia, meningkatkan kemampuan operasional dan memperluas jaringan kerja sama dengan berbagai pelaku industri.
Dengan pengalaman pekerjaan di Muara Laboh, Tarutung, Gunung Salak serta sejumlah sektor energi lainnya, PT Plumpang Raya Anugrah optimistis dapat mengambil peran lebih besar dalam mendukung perkembangan geothermal, oil & gas dan industri energi Indonesia secara berkelanjutan.












