BeritaPopuler

SoliFest VID 2026 Libatkan 129 Sekolah, Dorong Siswa Belajar Sportivitas dan Menghargai Perbedaan

×

SoliFest VID 2026 Libatkan 129 Sekolah, Dorong Siswa Belajar Sportivitas dan Menghargai Perbedaan

Sebarkan artikel ini

DETIKHEADLINES.COM, TANGERANG SELATAN – Sekolah Kristen SoliDEO kembali menghadirkan SoliFest VID 2026 (Victory in Diversity), festival pendidikan dan kreativitas yang mempertemukan pelajar dari 129 sekolah di wilayah Tangerang Selatan. Memasuki penyelenggaraan kelima, kegiatan ini berlangsung mulai 26 September hingga 3 Oktober 2026.

Mengusung tema “Victory in Diversity”, SoliFest VID 2026 tidak hanya menghadirkan berbagai kompetisi, tetapi juga menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakat, membangun keberanian, belajar bekerja sama dan memahami arti sportivitas.

Pembukaan SoliFest VID 2026 digelar di Sekolah Kristen SoliDEO, Tangerang Selatan, Sabtu (26/9/2026). Kegiatan tersebut dihadiri pimpinan sekolah, guru, siswa, orang tua, mitra, sponsor serta jajaran Pemerintah Kota Tangerang Selatan.

Hadir dalam pembukaan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan Deden Deni, S.E., S.AP., M.M., M.A., Ketua Tim Fasilitasi CSR Kota Tangerang Selatan Hj. Lista Hurustiati, S.H., serta Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Pemkot Tangerang Selatan H. Ika, S.E., M.M., yang mewakili Wali Kota Tangerang Selatan Drs. H. Benyamin Davnie.

CEO sekaligus Chairwoman Yayasan Pendidikan Sekolah SoliDEO, Dra. Khoe Ribka, mengatakan keterlibatan 129 sekolah menjadi bagian penting dari semangat keberagaman yang ingin dibangun melalui SoliFest.

Menurutnya, peserta dari berbagai sekolah tidak semata-mata diposisikan sebagai pesaing, tetapi sebagai bagian dari komunitas pendidikan yang dapat saling mengenal, berkolaborasi dan belajar dari pengalaman satu sama lain.

“129 sekolah yang ada di Tangsel bukan kompetitor, tetapi kita bersama-sama. Anak-anak bukan hanya belajar di meja di dalam kelas, tetapi juga belajar di lapangan. Bagaimana mereka memimpin, berkolaborasi dan berkompetisi secara sehat,” ujar Khoe Ribka.

Ia menambahkan bahwa kemenangan bukan menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan dalam festival tersebut. Siswa juga perlu belajar menghadapi kekalahan dengan pengendalian diri dan menerima kemenangan dengan rendah hati.

“Menang atau kalah itu bukan tujuan. Anak-anak diajarkan untuk menguasai diri saat mereka kalah dan juga harus rendah hati saat menang. Yang kalah bukan berarti gagal, tetapi kesuksesan yang ditunda,” katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Fasilitasi CSR Kota Tangerang Selatan Hj. Lista Hurustiati menilai SoliFest menunjukkan bentuk kolaborasi yang melibatkan dunia pendidikan, industri, mitra serta pelaku UMKM lokal.

Menurut Lista, keberagaman kegiatan menjadi salah satu kekuatan festival. Peserta dapat mengikuti berbagai aktivitas, mulai dari futsal, Junior Chef, tari tradisional hingga kegiatan seni dan kreativitas lainnya.

“Sekolah bertemu dengan UMKM. Ini bukan bazar biasa, tetapi menghidupkan UMKM lokal dan memberikan kesempatan agar produk lokal naik kelas,” ujar Lista.

Ia juga mengajak peserta untuk mengikuti seluruh kompetisi dengan semangat kebersamaan.

“Bertandinglah dengan gembira. Kalah atau menang, yang penting berani tampil dan menghargai teman yang berbeda. Itulah Victory in Diversity yang sesungguhnya,” tegasnya.

Dari sisi pendidikan karakter, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan Deden Deni menekankan pentingnya peran bersama antara sekolah, keluarga dan masyarakat dalam mendampingi perkembangan anak.

Ia mengatakan perkembangan teknologi digital memberikan banyak manfaat, namun penggunaannya tetap membutuhkan pendampingan agar tidak memberikan dampak negatif kepada anak.

“Di era semua serba digital, teknologi memberikan manfaat luar biasa. Kita bisa mengakses informasi dengan mudah kapan saja dan di mana saja. Tetapi ketika tidak bijak memanfaatkannya, dampak negatifnya juga luar biasa, terutama bagi anak-anak,” ujar Deden.

Menurut Deden, pengalaman mengikuti kompetisi antarsekolah juga dapat membantu siswa mengenali kemampuan dirinya. Melalui pertandingan dan berbagai aktivitas, anak dapat mengetahui kelebihan maupun kekurangannya untuk kemudian dikembangkan melalui latihan.

Ia menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademis, tetapi juga pembentukan karakter dan adab.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Pemkot Tangerang Selatan H. Ika yang hadir mewakili Wali Kota Tangerang Selatan menyampaikan bahwa pembangunan pendidikan membutuhkan keterlibatan pemerintah, keluarga dan satuan pendidikan.

Ia mengajak para siswa untuk tidak takut terhadap perbedaan karena setiap anak memiliki bakat dan kemampuan yang berbeda.

“Jangan takut berbeda, karena memang kita punya bakat yang berbeda-beda. Dengan perbedaan itulah kita bisa saling melengkapi dan menambah pengalaman,” tuturnya.

H. Ika kemudian secara resmi membuka SoliFest VID 2026. Prosesi pembukaan ditandai dengan meletuskan balon sebagai simbol dimulainya seluruh rangkaian festival.

Pembukaan berlangsung meriah dan dilanjutkan dengan foto bersama, penyerahan kenang-kenangan kepada tamu kehormatan serta Flash Mob SoliFest yang melibatkan guru dan peserta dengan iringan theme song SoliFest.

Tidak hanya kompetisi, siswa juga menjadi bagian utama dalam pertunjukan pembukaan. Siswa TK tampil melalui Act I – The Big Dreamers yang membawa pesan mengenai keberanian untuk bermimpi dan mengekspresikan diri.

Sementara itu, siswa SD menampilkan Act II – Dare to Try melalui paduan suara dan pertunjukan teatrikal yang mengangkat keberanian mencoba, persahabatan serta sportivitas.

Memasuki tahun kelima penyelenggaraan, SoliFest VID 2026 menjadi ruang pertemuan bagi pelajar dari berbagai sekolah untuk memperoleh pengalaman di luar lingkungan kelas.

Dengan melibatkan 129 sekolah, festival ini membawa pesan bahwa perbedaan latar belakang, karakter, kemampuan dan bakat dapat menjadi bagian dari sebuah pengalaman bersama.

SoliFest VID 2026 akan berlangsung hingga 3 Oktober 2026 dengan berbagai kompetisi dan aktivitas. Melalui kegiatan tersebut, Sekolah Kristen SoliDEO berharap para peserta tidak hanya memperoleh pengalaman berkompetisi, tetapi juga mengembangkan keberanian, sportivitas, kemampuan bekerja sama dan karakter.

Pesan tersebut terangkum dalam tagline SoliFest VID 2026: “Different Stories, Different Colors, One Beautiful Celebration.”

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *